50 Fakta Tentang Gangguan Jiwa & Pencegahannya

Tingginya jumlah penduduk serta banyaknya problematika baik sosial maupun ekonomi, membuat penderita Gangguan Jiwa terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berikut ini merupakan Fakta tentang Gangguan Jiwa yang mungkin Anda belum ketahui.

1. Depresi Picu Bunuh Diri

Depresi berat terjadi akibat rendahnya kadar dopamin di otak. Hal ini menyebabkan perasaan rendah diri dan tak berguna, yang bisa memicu bunuh diri. Data WHO menyebut setiap 40 detik ada satu orang yang bunuh diri.

2. Macet Membuat Penurunan Kemampuan Mental

Mengalami macet setidaknya 30 menit dapat mengarah ke intensifikasi aktivitas listrik di otak. Hal ini bisa menyebabkan perubahan dan kerusakan perilaku serta kepribadian akibat kerusakan logika dan pengambilan keputusan serta tingkat stres yang tinggi. Paparan macet selama 90 hari sudah cukup untuk mengubah DNA.

3. Berjalan-jalan Bantu Usir Stres

Aktivitas fisik ringan adalah cara yang bagus untuk menghilangkan stres karena dapat mengalihkan pikiran dari stres yang dialami. Pergi keluar untuk berjalan-jalan pagi yang tenang dapat menyegarkan pikiran. Berjalan sepanjang jalan, pantai, atau tempat damai lainnya dapat menawarkan relaksasi.

4. Usir Stres Dengan Baca buku di Tempat Tidur

Kegiatan ini merupakan sebuah pelarian besar dan dapat membuat merasa segar dan rileks. Tempat tidur hangat dan nyaman merupakan tempat yang damai untuk meringankan stres. Membaca sebuah buku adalah cara sempurna untuk melupakan masalah yang menyebabkan stres, kemudian kembali fokus pada pikiran sendiri.

5. Menonton Video Lucu di Internet Mampu Redakan Stress

Dibanding menelepon sahabat atau berkirim pesan singkat, menjelajah internet diyakini lebih ampuh meredakan stres di kantor sehingga karyawan sanggup menjalani jam kerja yang lebih lama.

6. Musik Bantu Hilangkan Stres

Mendengarkan musik favorit bisa meningkatkan performa kerja hingga 10 persen. Hal tersebut karena jenis musik tertentu yang sesuai dengan selera individual bisa mengaktifkan bagian otak yang merupakan pusat motivasi.

7. Olahraga juga Bisa Cegah Sakit Mental

Olahraga tidak hanya memperkuat jantung dan paru-paru, tetapi juga melepaskan endorfin, yaitu bahan kimia kuat yang memberikan energi kita dan meningkatkan suasana hati.

8. Sinar Matahari Bantu Cegah Sakit Mental

Sinar matahari dapat meningkatkan suasana hati, jadi cobalah untuk mendapatkan setidaknya 10-15 menit paparan sinar matahari per hari.

9. Pengaruh Ibu Stres Saat hamil

Ibu yang mengalami stres semasa kehamilannya akan lebih mungkin melahirkan anak yang susah diatur dan cepat marah. Hal ini dikarenakan adanya hormon stres dalam rahim ibu yang mempengaruhi mental anak.

10. Takut Badut Bisa Jadi Gangguan Mental

Orang yang takut dengan badut akan mengalami serangan panik karena ia melihat badut seperti sosok monster yang akan menerkam dirinya dengan kaki raksasa serta wajah yang menyeramkan, meski bagi orang lain badut adalah boneka yang lucu.

11. Lakukan Aborsi Picu Gangguan Mental

Aborsi dapat mempengaruhi emosional dan spiritual pelakunya. Gangguan mental kadang muncul seperti kecemasan, depresi atau mungkin mencoba melakukan bunuh diri.

12. Sakit Kepala Efek Dari Stres

Terlalu sering stres dan mengalami situasi ketegangan dapat menyebabkan sakit kepala. Jika Anda merasakan nyeri hebat di kepala karena pikiran yang terlalu penat karena stres, segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

13. Suasana Hati Berubah-ubah

Kesehatan mental seseorang juga dapat diindentifikasi melalui suasana hatinya. Mood yang selalu berubah-ubah dengan cepat merupakan salah satu gejala gangguan kesehatan mental yang tidak boleh diabaikan.

14. Diet Ekstrem Sebabkan Gangguan Kesehatan Mental

Diet yang salah menyebabkan gangguan depresi pada kebanyakan pelakunya. Hal ini disebabkan karena karena rasa frustasi dan putus asa yang berlebihan akibat usaha kerasnya yang tak kunjung membuahkan hasil. Depresi juga disertai dengan kelesuan, kelelahan, perubahan suasana hati, mudah tersinggung, kurangnya konsentrasi dan kurang percaya diri.

15. Stres Berlebihan Picu Kebutaan

Stres yang berlebihan tak hanya dapat menyebabkan penyakit jantung, gagal ginjal, dan kerusakan saraf. Stres bahkan juga memiliki hubungan dengan kerusakan mata dan kebutaan.

Hal ini akibat tekanan darah tinggi yang terjadi terus-menerus atau lebih dikenal hipertensi esensial yang dapat menempatkan paa risiko terkena Retina Vein Occlusion.

16. Sakit punggung Bisa Jadi Tanda Depresi

Orang yang depresi cenderung malas berolahraga dan kurang fokus pada kebiasaan makan yang sehat. Saat itulah mereka akan cenderung lebih sering mengalami nyeri fisik, terutama di punggung, otot-otot atau persendian. Dan jika seseorang sebelumnya sudah menderita nyeri kronis, maka depresi hanya akan memperburuk kondisinya.

Baca Juga :   Kenakalan Remaja

17. Berenang Bisa Menenangkan Otak

Berbagai penelitian membuktikan bahwa air punya efek menenangkan bagi otak. Menghabiskan waktu di air punya efek yang mirip dengan meditasi.

18. Perempuan Dua Kali Lebih Rentan Stres

Jangan heran jika perempuan lebih cepat stres dan berubah mood (suasana hati) ketimbang laki-laki. Hal ini diperkuat dengan sebuah studi terbaru yang menemukan bahwa kejiwaan perempuan benar-benar dikendalikan oleh hormon.

19. Orang Stress Giginya Lebih Cepat Ompong

Kondisi mental dan kejiwaan seseorang juga dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Seseorang yang memiliki masalah kejiwaan alias stres 3 kali lebih berisiko mengalami gigi tanggal dan 6 kali lebih rentan mengalami gigi keropos.

20. Gangguan Kepribadian Narsisistik

Seseorang dengan ego meningkat, kebutuhan akan pujian dan kurangnya empati untuk orang lain, inilah yang disebut dengan gangguan kepribadian narsisistik.

Penderita narsisistik percaya bahwa mereka lebih unggul daripada orang lain dan kurang memperhatikan perasaan orang lain. Tetapi di balik topeng tersebut terdapat harga diri yang rapuh, rentan terhadap kritik sedikit.

21. Kecanduan Seks

Kecanduan seks bukan sekedar penyakit akibat tak bisa menahan godaan atau rangsangan seksual saja, tapi juga karena ketidakberdayaan untuk mengontrol perilaku.

22. Selfie Berlebihan

Selfie yang sudah dilakukan di luar kendali, menjadi suatu keharusan untuk dilakukan dan tidak bisa disetop sudah termasuk kriteria adanya gangguan kepribadian. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk masalah kejiwaan.

23. Latah Masuk Masalah Kejiwaan

Dalam ilmu kedokteran, fenomena latah memang sulit dijelaskan. Tak bisa dikategorikan penyakit, tapi psikiater mengatakan perilaku ini masuk dalam kategori masalah kejiwaan.

“Ini sebenarnya tidak bisa dibilang penyakit karena latah adalah masalah kejiwaan,” jelas dr Andri, SpKJ.

24. Berperilaku Kompulsif

Pernah melakukan sesuatu secara berulang-ulang atau mengatakan pada diri sendiri bahwa semuanya baik-baik saja secara berulang-ulang, bisa jadi itu tanda gangguan obsesif kompulsif atau yang lebih sering dikenal dengan singkatan OCD. Kondisi ini akan menjadi lengkap sebagai gangguan kecemasan bila telah menyetir jalan hidup seseorang.

25. Serangan Panik Berulang

Walaupun serangan pantik belum tentu gangguan kecemasan, namun bila kondisi ini terjadi secara berulang-ulang bisa saja didiagnosis dengan gangguan panik. Mereka yang mengalami ini akan terus hidup dalam ketakutan jika sewaktu-waktu terjadi serangan lagi dan cenderung untuk menghindari tempat-tempat di mana serangan panik pernah terjadi sebelumnya.

26. Khawatir Berlebihan

Terlalu khawatir bahkan sampai enam bulan lamanya bisa menjadi tanda gejala generalized anxiety disorder (GAD).
Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian. Terkadang kondisi ini juga disertai gejala lain yang mudah terlihat seperti kelelahan.

27. Perubahan Fisik Tak Wajar Pada Anak

Perubahaan fisik yang mendadak dan tidak sesuai dengan pubertas dapat menjadi indikator kuat bahwa anak tengah menderita gangguan. Perubahan tubuh bisa terjadi akibat penyalahgunaan alkohol atau obat yang menjadi tanda anak mengalami depresi. Ini terlihat dari kurangnya perhatian terhadap penampilannya sendiri.

28. Disfungsi Seksual

Depresi adalah alasan umum untuk kehilangan hasrat dan disfungsi seksual, dan itu salah satu gejala bahwa pria cenderung untuk tidak melaporkan gejala tersebut.

29. Pola Tidur Tak Teratur

Masalah tidur seperti insomnia, bangun sangat awal di pagi hari, atau tidur yang berlebihan adalah gejala umum dari depresi.

30. Takut Bergaul

Khawatir akan merasa canggung adalah hal yang wajar saat bergabung dengan sebuah komunitas baru. Namun jika kekhawatiran itu terlalu kuat dan selalu jadi pikiran, maka bisa dikategorikan sebagai gangguan kecemasan sosial atau istilah lainnya adalah fobia sosial.

31. Perut Mulas yang Kronis

Sindrom perut sensitif atau irritable bowel syndrome (IBS) termasuk salah satu gejala yang sering menyertai gangguan kecemasan. Sakit perut, begah, sering kentut, sembelit maupun diare patut dicurigai sebagai gejala GAD jika berlangsung terus menerus meski sudah diobati.

32. Gangguan Kecemasan Phobia

Beberapa jenis gangguan kecemasan tidak selalu menyeluruh, kadang berhubungan dengan hal-hal tertentu misalnya saat terbang atau berhadapan dengan binatang tertentu misalnya ular. Istilah yang tepat untuk kondisi ini adalah phobia, yang termasuk salah satu jenis gangguan kecemasan.

33. Alergi Tingkatkan Risiko Masalah Kejiwaan

Selain membuat orang sakit-sakitan, mengalami alergi sejak kecil bisa memicu masalah kejiwaan ketika dawasa. Terlebih semakin banyak atau semakin parah alerginya, kemungkinan mengidap masalah kejiwaan pun semakin besar.

34. Lowbat Anxiety, Dampak Kecanduan Ponsel

Kepanikan akibat baterai tinggal sedikit atau low battery anxiety sering kita jumpai dikehidupan manusia modern saat ini. Biasanya, panik mulai melanda saat indikator baterai tinggal 20 persen.

Baca Juga :   Tips Mengenal Ciri-ciri Anak Pengguna Narkoba

35. Terlalu Banyak Konsumi Obat

Terdapat sejumlah obat yang dapat memicu depresi pada seseorang. Misalnya obat pereda nyeri yang berbahan opiat seperti codein atau co-codamol dan obat kardiovaskular.

36. Gangguan Pencitraan Pada Wanita

Gangguan pencitraan biasanya dialami oleh wanita berusia sekitar 20 tahun. Biasanya terjadi akibat terlalu khawatir dengan bentuk tubuh yang dimiliki. Terlebih jika tidak memiliki kekurangan, dalam artian tidak gemuk dan masih berpenampilan menarik.

37. Terlalu Sering Mengeluh

Mengeluh menjadi cara untuk menghilangkan stres. Namun bila terlalu berlebihan, bisa saja itu tanda ada masalah pada mental seseroang. Apalagi jika masalah yang dikeluhkan sebenarnya sudah memiliki jalan keluar.

38. Keranjingan Facebook Rentan Depresi

Cenderungnya orang yang keranjingan pada facebook memiliki tingkat kepercayaan diri rendah tapi selalu ingin tahu. Facebook menjadi pengganti untuk bisa mengenal orang tanpa harus bertatap muka.

39. Tidak Bisa Jauh Dari Ponsel

Ponsel telah menjadi bagian dari manusia modern saat ini. Namun bila tidak mampu berjauhan dari ponsel, bisa jadi tanda mengalami nomomphia. Salah satu jenis fobia yang ditandai ketakuan berlebih jika seseorang kehilangan ponselnya.

40. Terlalu Merasa Minder

Terus-menerus minder adalah salah satu gejala paling umum pada penderita gangguan kecemasan, termasuk GAD dan OCD. Pada kasus-kasus tertentu, keraguan itu akan berkutat pada pertanyaan seputar identitas orang yang bersangkutan, misalnya ‘Apakah saya mencintai suami saya sebanyak ia mencintai saya?’

41. Terlalu Perfeksionis

Ingin tampil sempurna atau perfeksionis bukan sesuatu yang salah. Namun bila terus menerus ingin tampil perfeksionis bisa jadi itu tanda gangguan kecemasan.

42. Dihantui Kilas Balik Kejadian Masa Lalu

Terkenang oleh kejadian traumatis seperti penganiyaan atau kematian mendadak dari orang tercinta merupakan gejala utama dari post-traumatic stress disorder (PTSD), yang gejalanya hampir sama dengan gangguan kecemasan.

43. Merasa Diperhatikan dan Dinilai Orang Lain

Penderita gangguan kecemasan tak melulu pandai bicara atau menjadi pusat perhatian. Namun mereka kerap merasa semua mata tertuju padanya atau mendadak malu, menggigil, mual, berkeringat dan gagap dengan sendirinya. Saking mengganggunya, gejala ini kerap membuat si penderita sulit bertemu orang-orang baru, mempertahankan hubungan dengan orang lain atau mengalami kemajuan di tempat kerja maupun sekolah.

44. ‘Demam Panggung’ yang Terlalu Kuat

Wajar bila seseorang merasakan demam panggung sebelum berbicara di depan publik, namun bila rasa takut begitu kuat hingga tak ada yang meredakannya atau terlalu menghabiskan banyak waktu untuk mengkhawatirkan bisa jadi tanda terkena gangguan kecemasan sosial (fobia sosial).

45. Ketakutan yang Tak Masuk Akal

Ketika seseorang merasa cemas, biasanya yang ia rujuk adalah situasi atau obyek tertentu seperti takut terbang, hewan-hewan tertentu atau takut keramaian. Tapi jika ketakutannya menjadi berlebihan, mengganggu pikiran dan melebihi proporsi dari risiko yang sebenarnya, maka ini adalah gejala fobia, salah satu bentuk gangguan kecemasan.

46. Insomnia Tanda Gangguan Jiwa

Tidak hanya secara fisik, insomnia juga bisa menjadi tanda masalah pada psikologis Anda. Kondisi tersebut akibat dari gangguan kecemasan yang disebabkan oleh rasa khawatir atau gelisah tentang masalah spesifik (seperti uang) atau tanpa alasan yang tak jelas.

47. Kurang Konsentrasi dan Tak Fokus

Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi pada tugas sederhana adalah gejala ADHD atau depresi. Kurangnya fokus mungkin disebabkan pikiran yang berlebihan, rasa malu, bersalah dan takut yang bisa sangat berbahaya jika menuju pemikiran tentang bunuh diri. Kondisi ini bisa mempengerahui kehidupan akademik dan sosial anak.

48. Tidur di Depan TV Picu Depresi

Cahaya yang ditimbulkan saat TV menyala ketika tidur dapat memicu gangguan mental khususnya depresi. Pasalnya, salah satu komponen jam biologis yang bekerja berdasarkan perbedaan gelap terang mengalami gangguan gara-gara cahaya terang saat tidur.

49. Perubahaan Perilaku yang Ekstrem

Sering dianggap wajar, perilaku pemberontak terlalu ekstrem bisa menjadi tanda adanya masalah yang serius pada mental anak. Gangguan yang disebut gangguan oposisi pemberontak atau oppositional defiant disorder (OOD) biasanya terjadi saat anak usia 8 tahun atau masa remaja awal.

50. Keracunan Kopi Bisa Sebabkan Gangguan Jiwa

Walaupun telah diakui rasanya, kopi ternyata bisa membuat seseorang mengalami gangguan mental. Kondisi itu akibat dari efek samping dari keracunan kafein atau caffeine intoxication.

Sumber : DetikHealth

Komentar

komentar